Langsung ke konten utama

Komunikasi Persuasif sebagai Media IMC dan Keterkaitannya dengan Hubungan Manusia

 Hai semuanya, kembali lagi dengan saya Zainul umar mahasiswa semester 4 dari Universitas Mpu Tantular pada kali ini saya akan membahas Komunikasi Persuasif sebagai Media IMC dan Keterkaitannya dengan Hubungan Manusia

mata kuliah IMC ini dosen pengampu yaitu ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.pd.,




Komunikasi persuasif adalah inti dari strategi pemasaran modern, terutama dalam pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC). IMC bukan hanya soal menyatukan pesan lintas media, tapi bagaimana pesan itu disampaikan agar mampu mengubah persepsi dan mendorong tindakan. Di sinilah komunikasi persuasif berperan penting—bukan sekadar menjual, tetapi membangun hubungan yang bermakna.

Dalam praktiknya, komunikasi persuasif tidak berdiri sendiri. Ia harus berangkat dari pemahaman mendalam tentang siapa audiens kita, apa kebutuhan dan nilai-nilai mereka, lalu menyusun pesan yang tidak hanya rasional tapi juga emosional. Ketika komunikasi mampu menyentuh aspek emosional, maka hubungan antara brand dan audiens berubah—bukan lagi sebatas hubungan produsen dan konsumen, tetapi menjadi hubungan manusiawi yang lebih personal.

Komunikasi yang persuasif membuat audiens merasa dihargai, didengar, dan diperhatikan. Ini menciptakan rasa keterlibatan, yang penting dalam membentuk loyalitas jangka panjang. Bagi brand, loyalitas bukan hanya soal pembelian berulang, tapi tentang kepercayaan dan hubungan emosional yang kuat.

Keterkaitan komunikasi persuasif dengan hubungan manusia menjadi semakin penting di era digital. Saat informasi membanjiri konsumen setiap detik, hanya pesan yang relevan secara emosional dan disampaikan secara autentik yang akan bertahan. Maka, keberhasilan IMC tidak hanya bergantung pada strategi media, tetapi juga pada seberapa manusiawi cara kita berbicara.

Pada akhirnya, komunikasi persuasif dalam IMC adalah seni memahami manusia dan menjalin hubungan yang tulus. Ini bukan soal membujuk secara halus, tapi membangun rasa percaya. Dan ketika kepercayaan itu tumbuh, hubungan antara brand dan audiens akan berubah menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan.

Terimakasih yang sudah membaca materi saya yang di rangkum sebagus mungkin untuk menambah wawasan yang cukup berarti buat kita semua, saya zainul umar undur diri sekian terimakasih atas perhatiannya.


Referensi : - materi ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.pd.,  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merajut Citra Diri yang Autentik: Nilai-Nilai dalam Hubungan IMC dan Human Relations

Hai semuanya, kembali lagi dengan saya Zainul umar mahasiswa semester 4 dari Universitas Mpu Tantular pada kali ini saya akan membahas Merajut Citra Diri yang Autentik: Nilai-Nilai dalam Hubungan IMC dan Human Relations mata kuliah IMC ini dosen pengampu yaitu ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.pd., Di tengah era digital yang serba transparan dan kompetitif, setiap individu maupun organisasi menghadapi tantangan besar: membangun dan mempertahankan citra diri. Citra diri tidak lagi hanya milik tokoh publik atau korporasi besar. Kini, setiap orang yang memiliki jejak digital—baik di media sosial, platform profesional, atau interaksi komunitas—dituntut untuk mampu mengelola citranya secara sadar dan strategis. Di sinilah peran dua elemen penting menjadi sangat relevan: Integrated Marketing Communication (IMC) dan Human Relations. Keduanya berperan besar dalam membentuk bagaimana seseorang dipersepsikan, dipercaya, dan diterima oleh lingkungannya. Namun lebih dari itu, keduanya juga menana...

Korupsi di Indonesia: Luka Lama yang Terus Menganga

 Hai semuanya, kembali lagi dengan saya Zainul umar mahasiswa semester 4 dari Universitas Mpu Tantular pada kali ini saya akan membahas Korupsi di Indonesia: Luka Lama yang Terus Menganga pada mata kuliah komunikasi pembangunan dan perubahan sosial ini dosen pengampu yaitu ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.pd., Perlu di ketahui korupsi di Indonesia sudah merajalela bahkan ngerugiin negara dan rakyat belum ada hukum yang menyerang pada korupsi.  Korupsi adalah salah satu persoalan terbesar yang menghambat kemajuan Indonesia. Sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi, korupsi tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan dan hukum. Dalam berbagai survei dan laporan internasional seperti Corruption Perceptions Index yang dirilis Transparency International, Indonesia masih berada di peringkat yang kurang menggembirakan. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi bukan hanya pers...

Berfikir kreatif dalam kewirausahaan

 Hai semuanya, kembali lagi dengan saya orang tertamvan Zainul umar mahasiswa semester 4 dari Universitas Mpu Tantular pada kali ini saya akan membahas  Proses kewirausahaan dan karakter kreativitas yang berbasis bisnis pada mata kuliah ini dosen pengampu yaitu ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.pd., Saya akan menjelaskan Berfikir kreatif dalam kewirausahaanuntuk memberikan ilmu yang bermanfaat bagi yang membaca blog saya dan tidak pelit ilmu dan saya akan berikan pengatahuan untuk berwawasan tinggi.  Diiringi dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup masyarakat, perkembangan zaman yang pesat telah menimbulkan tantangan besar sekaligus peluang besar di bidang ekonomi dan kewirausahaan. Dalam kondisi seperti ini, wirausahawan yang fleksibel dan kreatif sangat dibutuhkan. Namun, wirausahawan modern tidak hanya perlu memiliki kemampuan teknis dan keberanian mengambil risiko; mereka juga perlu memiliki daya pikir kreatif yang kuat untuk membangun, men...